Cemara

Cemara Buku ini memuat cerpen cerpen legendaris Hamsad Rangkuti seperti Penyakit Sahabat Saya Lagu Di Atas Bis Palasik dan lain lain Di kemudian hari sebagian besar cerpen di sini diterbitkan kembali ole

  • Title: Cemara
  • Author: Hamsad Rangkuti
  • ISBN: -
  • Page: 145
  • Format: Paperback
  • Buku ini memuat cerpen cerpen legendaris Hamsad Rangkuti seperti Penyakit Sahabat Saya , Lagu Di Atas Bis , Palasik dan lain lain Di kemudian hari sebagian besar cerpen di sini diterbitkan kembali oleh Penerbit Kompas.

    • [PDF] Download ☆ Cemara | by ☆ Hamsad Rangkuti
      145 Hamsad Rangkuti
    • thumbnail Title: [PDF] Download ☆ Cemara | by ☆ Hamsad Rangkuti
      Posted by:Hamsad Rangkuti
      Published :2021-02-26T01:19:53+00:00

    About "Hamsad Rangkuti"

    1. Hamsad Rangkuti

      Cerpen cerpennya dimuat dalam berbagai harian dan majalah dalam dan luar negeri Beberapa cerita pendeknya diterjemahkan dalam bahas Inggris dan Jerman.Kumpulan cerpennya yang telah terbit adalah Lukisan Perkawinan 1982 , Cemara 1982 , Sampah Bulan Desember 2000 dan Bibir dalam Pispot 2003.Novel pertamanya Ketika Lampu Berwarna Merah merupakan pemenang sayembara penulisan roman Dewan Kesenian Jakarta pada tahun 1981.

    442 thoughts on “Cemara”

    1. Hanya dua dari lima belas cerpen di buku ini yang sudah pernah saya baca di kumpulan karya Hamsad semasa saya kuliah.Saya baru mendengar judul buku ini, dan bersyukur buku ini--yang saya yakin sudah sangat sulit ditemukan--dicetak ulang. Dengan kover yang menawan pula. Meskipun demikian, isinya khas sekali. Perumpamaan untuk menyindir pemerintah.Cerpen favorit saya adalah "Dua Orang yang Kecewa". Lalu, "Petani Itu Sahabat Saya", yang sudah pernah saya baca tapi saya yakin dalam bentuk yang sedik [...]


    2. Dibandingkan dua kumcer Hamsad Rangkuti sebelumnya, Cemara memiliki pesonanya sendiri. TIdak hanya sampulnya yang lebih indah dan menarik mata, cerpen-cerpen di buku ini memiliki corak yang lebih berwarna-warni, dengan ending yang--paling tidak--bisa membuat pembaca tersenyum simpul serta bertambah bijak beberapa tahun. Hamsad masih mempertahankan kelihaiannya dalam mendeskripsikan sesuatu yang bisa membuat pembaca terbayang-bayang (cerpen 'Muntah Emas') dan mampu dengan apik menuliskan sindiran [...]


    3. Belum menggeser kumpulan cerpen Bibir dalam pispot sebagai kumcer favoritku dari karya Hamsad Rangkuti. Kumcer ini, seperti karya Hamsad yang aku baca sebelumnya penuh dengan gaya ironi dan menyindir. Deskripsi yang digambarkan oleh Hamsad mampu membawa pikiran kita seolah-olah berada didalam cerita. Seperti dalam cerpen Muntah Emas. Jijik beneran pokoknya.Beberapa cerpen yang paling menarik antara lain Perhiasan, Penyakit Sahabat Saya, dan Dua Orang Kecewa.


    4. nama hamsad rangkuti adalah salah satu cerpenis favorit saya. saya kerap meniru gaya realis dan ironi bila sesekali menulis cerpen. cerpen hamsad sudah lama saya baca, bahkan panggilan rasul sudah saya baca di SMP karena masuk dalam buku pelajaran bahasa indonesia. namun kumpulan cerpen favorit saya adalah bibir dalam pispot dan sampah bulan desember. lukisan perkawainan dan cemara (yang menjadi paripurna pelengkap koleksi saya atas karya-karya hamsad rangkuti) saya rasa memiliki tone yang sama. [...]


    5. Lewat cerpen-cerpennya di buku ini saya jadi berkaca atasnya. Gaya berceritanya benar-benar sederehana dari kejadian sehari-hari yang kita lewati, antara lain seperti cerita Muntah Emas, Pencoper Membawa Map, dan Perhiasan. Kisah-kisah sederhana ini dibalut dengan twist yang kadang mengejutkan dan menyindir. Itulah yang kudapati dari seorang Hamsad Rangkuti.Secara garis besar, buku kumulan cerita pendek ini cukup menghibur dan merupakan perkenalan baru saya dengan sang penulis. Seperti kata pepa [...]


    6. Cerpen yang dibuat oleh seorang pria yang konon kecilnya hidup menderita dan akibatnya dia tak lulus SMA. Tapi cerpennya bagus” dan akhirannya selalu berisi kejutan. Begitu awal”nya. Tapi hingga cerita terakhir tidak ada yang mengecewakan. Beberapa tema yang tidak hanya sekali saja muncul di cerpen” dalam kumpulannya ini… tentang penumpang bus, petani imigran, hutan (terselip pesan; jaga dan lestarikanlah hutan beserta satwa dan tumbuhan yang ada di dalamnya!), dsb dsb… Padahal cerpenn [...]


    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *