Matahari Yang Mengalir

Matahari Yang Mengalir Matahari Yang Mengalirrupanya dema yang tadi kuterima cuma gerit pintuterbuka usia yang kembali terpenggal dan terlepasabad abad terluka mengental di lantai cuma geritpintu yang terbuka dan bayang

  • Title: Matahari Yang Mengalir
  • Author: Dorothea Rosa Herliany
  • ISBN: -
  • Page: 398
  • Format: Paperback
  • Matahari Yang Mengalirrupanya dema yang tadi kuterima, cuma gerit pintuterbuka usia yang kembali terpenggal, dan terlepasabad abad terluka, mengental di lantai, cuma geritpintu yang terbuka dan bayangan bayangan terlepasdari bingkainya rupanya gema yang tadi kuterima,sesudah terbuka liang bagimu, cuma desis pidatopemberangkatan dan getar tetes air matarupanya bayaMatahari Yang Mengalirrupanya dema yang tadi kuterima, cuma gerit pintuterbuka usia yang kembali terpenggal, dan terlepasabad abad terluka, mengental di lantai, cuma geritpintu yang terbuka dan bayangan bayangan terlepasdari bingkainya rupanya gema yang tadi kuterima,sesudah terbuka liang bagimu, cuma desis pidatopemberangkatan dan getar tetes air matarupanya bayangan daun telah rebah ke tanah yang fana,lantas kubuka kembali daun jendela, kukemasi abad abaddalam kalender, pada dinding kesaksian yang membatu dan rumah rumah yang nestapa1988

    • ☆ Matahari Yang Mengalir || ↠ PDF Read by ✓ Dorothea Rosa Herliany
      398 Dorothea Rosa Herliany
    • thumbnail Title: ☆ Matahari Yang Mengalir || ↠ PDF Read by ✓ Dorothea Rosa Herliany
      Posted by:Dorothea Rosa Herliany
      Published :2021-01-08T16:41:24+00:00

    About "Dorothea Rosa Herliany"

    1. Dorothea Rosa Herliany

      Dorothea Rosa Herliany lahir di Magelang, Jawa Tengah, 20 Oktober 1963 umur 47 tahun adalah seorang penulis dan penyair Indonesia.Setamat SMA Stella Duce di Yogyakarta, ia melanjutkan pendidikan ke Jurusan Sastra Indonesia, FPBS IKIP Sanata Dharma, Yogyakarta kini Universitas Sanata Dharma dan tamat dari sana tahun 1987.Ia mendirikan Forum Ritus Kata dan menerbitkan berkala budaya Kolong Budaya Pernah pula membantu harian Sinar Harapan dan majalah Prospek di Jakarta Kini ia mengelola penerbit IndonesiaTera di Magelang.Ia menulis sajak dan cerpen Kumpulan sajaknya Nyanyian Gaduh 1987 , Matahari yang Mengalir 1990 , Kepompong Sunyi 1993 , Nikah Ilalang 1995 , Mimpi Gugur Daun Zaitun 1999 , dan Kill the Radio Sebuah Radio, Kumatikan edisi dwibahasa, 2001 Kumpulan cerpennya Blencong 1995 , Karikatur dan Sepotong Cinta 1996.

    656 thoughts on “Matahari Yang Mengalir”

    1. Baca Bareng Buku Puisi pada Maret 2011 di GGodreads Indonesia. Beberapa puisi dalam buku ini:NYANYIAN MATAHARI (hal.12)Barangkali hanya daun yang meratapSebelum dipeluk dingin tanah yang fanaDetik-detik jam yang membatasi usiaMeninggalkan getar bisik matahariBarangkali hanya daunBayangan pun masih mengabur pada dahanSaat melayang, dilepaskan doa-doa kekalSyair yang diucapkan gelap malamRanjang yang senantiasa menjanjikanMimpi maha panjangBarangkali hanya daunDitikam ombak pada jantungnya1987 MAT [...]


    2. LUKISAN DINDING (hal.9) Kau lihat matahari telah mengabadi Pada bingkai di atas ranjang tidurmu Tak perlu jendela itu, sebab Abad yang terus berpacu Kau lihat angin yang datang melapukkan Daun pintu? Masuklah lewat mimpi jika Ingin bergegas Abad pun lebih kekal menunggu Dan kita berkemas Menyambut ketukan Pada pintu NYANYIAN MATAHARI (hal.12) Barangkali hanya daun yang meratap Sebelum dipeluk dingin tanah yang fana Detik-detik jam yang membatasi usia Meninggalkan getar bisik matahari Barangkali [...]



    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *